Kesalahan Saat Menentukan Jumlah Porsi Catering

Menentukan jumlah porsi makanan catering seringkali dianggap hal yang mudah, padahal sebenarnya sangat penting dalam penyelenggaraan acara, terutama pernikahan. Jika jumlahnya terlalu sedikit, tamu bisa merasa kecewa. Tapi, jika terlalu banyak, anggaran bisa jadi boros. Masih banyak pasangan yang salah menghitung kebutuhan makanan saat menentukan jumlah porsi catering.

Agar acara berjalan lancar dan jamuan tetap menarik, berikut kesalahan umum saat menentukan jumlah porsi makanan yang perlu dihindari.

Menganggap Semua Tamu Akan Hadir 100%

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengira seluruh tamu yang diundang pasti datang. Faktanya, tidak semua tamu akan hadir. Tingkat kehadiran biasanya di bawah 100 persen.

Dalam acara pernikahan:

  • Jika undangan 500 orang, biasanya hanya sekitar 70–85 persen yang hadir.
  • Faktor seperti cuaca, jarak, dan waktu acara bisa memengaruhi kehadiran tamu.
  • Jika hanya menghitung berdasarkan jumlah undangan yang tertera, bisa terjadi pemborosan makanan.

Solusinya, hitung porsi berdasarkan estimasi kehadiran yang realistis, bukan hanya jumlah undangan.

Tidak Memisahkan Tamu Reguler dan Tamu VIP

Banyak pasangan lupa bahwa tamu tidak semuanya memiliki cara makan yang sama. Tamu VIP, keluarga inti, dan kerabat dekat biasanya makan di area khusus dengan porsi dan menu yang berbeda. Kesalahan ini bisa menyebabkan:

  • Area VIP kehabisan makanan lebih cepat
  • Tamu yang dihormati merasa kurang diperhatikan

Perhitungan porsi catering seharusnya dibuat terpisah antara tamu reguler dan tamu VIP.

Mengabaikan Durasi Acara

Durasi acara sangat memengaruhi jumlah porsi makanan yang dibutuhkan.
Jika acara berlangsung lama, tamu cenderung makan lebih banyak atau bahkan mengambil ulang. Contohnya:

  • Acara siang hingga sore → konsumsi lebih tinggi
  • Acara malam hari → tamu cenderung makan lebih banyak

Jika tidak memperhitungkan durasi acara, porsi bisa habis sebelum acara selesai.

Tidak Menyesuaikan Porsi dengan Jenis Menu

Menu berat, ringan, dan pendamping memiliki perhitungan yang berbeda. Sayangnya, banyak orang menyamaratakan semuanya. Kesalahan yang sering terjadi:

  • Menu nasi dihitung sama dengan menu camilan
  • Tidak memperhatikan menu yang cepat habis
  • Menu seperti daging, ayam, atau makanan tradisional biasanya lebih cepat terkonsumsi.

Tips: diskusikan dengan vendor catering mengenai menu mana yang perlu dilebihkan porsinya.

Mengandalkan Perkiraan Tanpa Konsultasi dengan Vendor

Menghitung sendiri porsi tanpa pengalaman seringkali berujung pada kesalahan. Vendor catering profesional memiliki pengalaman dari ratusan acara sebelumnya. Tanpa konsultasi:

  • Perhitungan tidak akurat
  • Tidak ada antisipasi jika ada peningkatan jumlah tamu

Vendor seperti tigadaracatering.id biasanya membantu menghitung kebutuhan porsi berdasarkan konsep acara, jumlah tamu, dan jenis menu.

Tidak Menyediakan Porsi Cadangan

Salah satu kesalahan besar adalah tidak menyiapkan porsi cadangan. Dalam setiap acara, tidak menutup kemungkinan ada tamu tambahan, perubahan jadwal, atau konsumsi yang lebih besar dari yang diperkirakan. Idealnya, porsi cadangan sekitar 5–10 persen dari kebutuhan total. Dan disesuaikan dengan besarnya acara serta konsep yang digunakan. Porsi cadangan ini bertindak sebagai “penyelamat” agar acara berjalan lancar tanpa ada kepanikan.

Salah Menentukan Konsep Penyajian

Cara penyajian juga sangat memengaruhi jumlah porsi yang dibutuhkan. Misalnya, prasmanan, stall, dan nasi box memiliki karakter konsumsi yang berbeda. Contohnya:

  • Prasmanan → tamu cenderung mengambil lebih banyak
  • Stall makanan → konsumsi bisa terulang
  • Nasi box → porsi lebih terkontrol

Jika konsep penyajian dipilih tanpa menghitung jumlah porsi, bisa membuat stok makanan cepat habis.

Tidak Memperhitungkan Tim dan Vendor Acara

Sering kali terlupakan bahwa tim dan vendor seperti fotografer, kru kebersihan, MC, dan musisi juga membutuhkan makanan. Jika tidak dihitung sejak awal, makanan tamu bisa terpakai untuk kebutuhan mereka. Pastikan konsumsi vendor dicatat terpisah dan disesuaikan dengan lama waktu kerja mereka. Ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa memengaruhi keberhasilan acara.

Terlalu Fokus Hemat Tanpa Perhitungan Matang

Hemat memang penting, tetapi menekan jumlah porsi tanpa menghitung dengan matang justru bisa merugikan. Kekurangan makanan di acara pernikahan akan mudah teringat oleh tamu dan membuat kesan buruk. Lebih baik:

  • Menyusun porsi secara bijak
  • Memilih menu yang seimbang
  • Mengandalkan perhitungan yang profesional

Dengan begitu, anggaran tetap aman dan tamu tetap puas.

Percayakan Pada Tiga Dara Catering & WO

Menentukan jumlah porsi catering bukan hanya soal hitung-hitungan angka, tetapi juga soal pengalaman, konsep acara, dan karakter tamu. Menghindari kesalahan umum seperti menganggap semua tamu hadir, tidak menyediakan porsi cadangan, hingga mengabaikan saran vendor bisa membuat acara jadi kurang maksimal.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan vendor berpengalaman seperti tigadaracatering.id, kebutuhan porsi catering bisa dihitung lebih akurat, efisien, dan tetap membuat semua tamu puas. Tenang aja, kalau kamu masih bingung dan ragu. Bisa langsung kontak marketing kami melalui website👉🏻 tigadaracatering.id atau https://linktr.ee/tiktok.tigadaracatering. Kunjungi juga sosial media kami di https://www.instagram.com/tigadaracatering_official/ dan https://www.tiktok.com/@tigadaracatering.id.

0 comments on “Kesalahan Saat Menentukan Jumlah Porsi CateringAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kursi Kuliah